Sabtu, 06 Desember 2014

Sistem Gerak Manusia


Sistem gerak manusia meliputi alat gerak pasif ( rangka ) dan alat gerak aktif (otot).

A.    Rangka ( Tulang )
      1.      Fungsi Rangka :
a.      Sebagai alat gerak pasif
b.      Sebagai penegak  tubuh
c.       Melindungi bagian tubuh yang vital
d.      Tempat melekatnya otot lurik
e.      Tempat  pembentukan sel – sel darah.
      2.      Macam Bentuk Tulang :
a.      Tulang Pipa : tulang paha, tulang kering, tulang betis tulang hasta dan tulang pengumpil.
b.      Tulang Pipih : tulang belikat, tulang selangka, tulang tengkorak, tulang rusuk dan tulang usus.
c.       Tulang Pendek : tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.
      3.      Jenis Tulang :
a.      Tulang Rawan ( Kartilago ) :
-          Hialin : terdapat antara tulang rusuk dengan tulang dada, pangkal batang tenggorok, dan persendian.
-          Fibrosa : terdapat pada tempurung lutut dan tulang panggul.
-          Elastis : terdapat pada daun telinga dan hidung.
b.      Tulang Keras ( Osteon ) : tulang yang menyusun  rangka manusia.
      4.      Rangka Manusia :
a.      Tengkorak :
1.      Bagian Kepala :
-          1 tulang dahi ( os. frontale )
-          2 tulang ubun – ubun ( os. parietale )
-          1 tulang kepala belakang ( os. occipitale )
-          2 tulang baji ( os. sphenoidale )
-          2 tulang tapis ( os. ethmoidale )
-          2 tulang pelipis ( os. temporale ).
2.      Bagian Wajah :
-          2 tulang rahang atas ( os. maxilla )
-          2 tulang rahang bawah ( os. mandibula )
-          2 tulang pipi ( os. zigomaticum )
-          2 tulang langit – langit  ( os. pallatum )
-          2 tulang hidung ( os. nasale )
-          2 tulang air mata ( os. lacrimale )
-          1 tulang lidah ( os. hyoideum )

Gambar 1  Tulang Tengkorak
b.      Badan (os. Trunca) :
1.      Ruas Tulang Belakang (os. Vertebrae) :
-          7 ruas tulang leher (os. Vertebrae cervicale)
-          12 ruas tulang punggung (os. Vertebrae thoracalis)
-          5 ruas tulang pinggang (os. Vertebrae lumbalis)
-          5  ruas tulang kelangkang (os. Vertebrae sacrum)
-          4 ruas tulang ekor (os. Vertebrae cocigeus)

Gambar 2  Tulang Belakang
2.      Tulang Dada ( os. sternum ) :
-          Tulang Hulu ( os. Manubrium sterni )
-          Tulang Badan ( os. Corpus sterni )
-          Tulang Taju Pedang ( os. Processus xyphoideus )
                     Gambar 3  Tulang Dada dan Rusuk
3.      Tulang Rusuk ( os. Costae ) :
-          7 pasang tulang rusuk sejati ( os. Costa vera )
-          3 pasang tulang rusuk palsu ( os. Costa spuria )
-          2 pasang tulang rusuk melayang ( os. Costa fluctuantes )
4.      Tulang Gelang Bahu ( os. Humerum ) :
-          2 tulang belikat ( os. Scapula )
-          2 tulang  selangka ( os. Clavicula )

                         Gambar 4  Tulang Gelang Bahu
5.      Tulang Gelang Panggul ( os. Pelvis verilis ) :
-          2 tulang usus ( os. Ilium )
-          2 tulang duduk ( os. ischium )
-          2 tulang kemaluan ( os. pubis )
        Gambar 5  Tulang Gelang Panggul
c.       Anggota Gerak :
1.      Tulang Lengan  ( os. extremitas anterior ) :
-          2 tulang lengan atas ( os. humerus )
-          2 tulang pengumpil ( os. ulna )
-          2 tulang hasta ( os. radius )
-          2 x 8 tulang pergelangan tangan ( os. carpal )
-          2 x 5 tulang telapak tangan ( os. metacarpal )
-          2 x 14 ruas tulang jari  tangan ( os. phalanges )

                   Gambar 6  Tulang Anggota Gerak Atas
2.      Tulang Tungkai ( os. extremitas posterior ) :
-          2 tulang paha ( os. femur )
-          2 tulang tempurung lutut ( os. patella )
-          2 tulang kering ( os. tibia )
-          2 tulang betis ( os. fibula )
-          2 x 7 tulang pergelangan kaki ( os. tarsus )
-          2 x 5 tulang telapak kaki ( os. metatarsus )
-          2 x 14 ruas tulang jari kaki ( os. phalanges )

                 Gambar 7 Tulang Anggota Gerak Bawah
B.      Otot
Macam Otot :
1.      Otot Lurik ( Otot Rangka ) :
-          Bentuk silindris dan tak bercabang
-          Berseran lintang ( lurik )
-          Reaksi cepat, mudah lelah
-          Volunter (dipengaruhi saraf)
-          Tempat : melekat pada rangka
2.      Otot Polos ( Otot Rongga Dalam ) :
-          Bentuk gelendong ( ujung lancip, tengah membesar )
-          Tak berseran lintang ( polos )
-          Reaksi lambat, tahan lama
-          Involunter ( tak dipengaruhi saraf )
-          Tempat : pada rongga dalam ( saluran pencernaan, reproduksi, ekskresi )
3.      Otot Jantung ( Myocardium ) :
-          Bentuk silindris dan bercabang-cabang
-          Berseran lintang ( lurik )
-          Reaksi lambat, tahan lama
-          Involunter (tak dipengaruhi saraf )
-          Tempat : pada jantung
C.      Sendi ( Artikulasi )
Sendi  ( artikulasi ) adalah hubungan antar tulang satu dengan tulang lainnya.Berdasarkan macamnya, sendi dibagi menjadi
1.      Sendi Mati ( Sinartrosis ) : sendi yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Sendi mati ini dibagi menjadi 2, yaitu :
a.      Sinfibrosis : sendi mati yang penghubungnya dari jaringan ikat, misalnya hubungan antar tulang tengkorak ( sutura ).
b.      Sinkondrosis : sendi mati yang penghubungnya dari tulang rawan, misalnya hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada.
2.      Sendi Kaku ( Amfiartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan hanya sedikit (sangat terbatas), misalnya hubungan antar ruas tulang belakang.
3.      Sendi Gerak ( Diartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan dengan bebas. Sendi gerak ini dibagi menjadi :
a.      Sendi Peluru ( Endartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan ke segala arah, misalnya terdapat pada hubungan antara tulang lengan atas dengan tulang gelang bahu dan tulang paha dengan tulang gelang panggul.
b.      Sendi Putar ( Trokoidea ) : sendi yang dapat digerakkan memutar, misalnya hubungan antara tulang kepala dengan tulang atlas (leher).
c.       Sendi Engsel ( Gynglumus ) : sendi yang dapat digerakkan ke satu arah, misalnya terdapat pada sendi siku dan lutut.
d.      Sendi Pelana ( Sellaris ) : sendi yang dapat digerakkan ke dua arah, misalnya hubungan antara tulang telapak tangan dengan tulang jari-jari tangan.
e.      Sendi Geser / Luncur (Ellipsoidea) : sendi yang dapat bergeser ke depan ke belakang atau ke kanan ke kiri,misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan dan tulang pergelangan kaki.
D.     Kelainan Sistem Gerak :
1.      Tulang Belakang :
a.      Lordosis : Tulang belakang bengkok ke depan.
b.      Kifosis : Tulang belakang bengkok ke belakang.
c.       Skoliosis : Tulang belakang bengkok ke samping.
2.      Gangguan Tulang :
a.      Fisura : Retak tulang
b.      Fraktura : Patah tulang, ada 2 macam, yaitu Patah Tulang Terbuka, yaitu jika tulang patah dan menembus kulit sedang Patah Tulang Tertutup, jika tulang patah tidak sampai menembus kulit.
3.      Gangguan Persendian :
a.      Dislokasi : bergesernya sendi karena sobeknya ligamen (ikat) sendi.
b.      Terkilir / Sprain : Tertariknya ligament (ikat) sendi karena gerakan mendadak atau mengangkat benda yang terlalu berat.
c.       Ankilosis : sendi menyatu dengan tulang sehingga tak dapat digerakkan.
d.      Artritis Eksudatif  (Sendi Bernanah) : radang sendi akibat terkena infeksi.
e.      Artritis Sika (Sendi Kering) : radang sendi akibat berkurangnya minyak sendi (sinovial).
4.      Gangguan Fisiologis :
a.      Rakhitis : kaki bengkok berbentuk O atau X, akibat kekurangan vitamin D, kalsium (Ca) dan Fosfor (P).
b.      Osteoporosis : pengeroposan tulang akibat kekurangan kalsium (Ca).
c.       Mikrosephalus : kepala kecil akibat pertumbuhan tulang terhambat.
5.      Gangguan Otot :
a.      Atropi : otot melemah  dan mengecil akibat jarang dilatih.
b.      Hipertropi : otot membesar dan mengeras akibat sering dilatih.
c.       Tetanus : Otot mengeras (kontraksi) akibat membawa beban terlalu berat.
d.      Stiff : peradangan otot di bagian leher.
e.      Hernia abdominalis : otot dinding perut robek sehingga usus masuk ke rongga perut.

Sistem Pencernaan Manusia

Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu sistem kompleks dalam tubuh adalah sistem pencernaan. Nah, apa sajakah bagian-bagian dari sistem pencernaan pada manusia? Langsung saja kita simak selengkapnya…..

1. Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sistem pencernaan pada manusia hampir sama dengan sistem pencernaan hewan lain yaitu terdapat mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan kotorannya melewati anus. Proses pencernaan pada manusia terbagi atas 5 macam yaitu:

1.1. Injesti

Adalah proses menaruh atau memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.

1.2. Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil pada burung merpati. Proses ini bertujuan untuk membantu untuk mempermudah proses pencernaan kimiawi. Proses ini dilakukan secara sadar atau sesuai dengan keinginan kita.

1.3. Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan kimiawi yaitu proses mengubah molekul-molekul zat makanan yang kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, ‘bile’, dan air. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.

1.4. Penyerapan

Penyerapan adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan ‘lymphatic capallaries’ melalui osmosis, transport aktif, dan difusi.

1.5. Penyingkiran

Yaitu penyingkiran/pembuangan material yang tidak dicerna dari ‘tract’ pencernaan melalui defekasi.

2. Organ Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu:

2.1. Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan adalah saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya adalah : mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus.

2.2. Organ pencernaan tambahan (aksesoris)

Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas.

3. Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Pada Manusia

Bagian-Bagian-Sistem-Pencernaan-Pada[1]
  1. Kelenjar ludah
  2. Parotis
  3. Submandibularis (bawah rahang)
  4. Sublingualis (bawah lidah)
  5. Rongga mulut
  6. Amandel
  7. Lidah
  8. Esofagus
  9. Pankreas
  10. Lambung
  11. Saluran pankreas
  12. Hati
  13. Kantung empedu
  14. duodenum
  15. Saluran empedu
  16. Kolon
  17. Kolon transversum
  18. Kolon ascenden
  19. Kolon descenden
  20. Ileum
  21. Sekum
  22. Appendiks/Umbai cacing
  23. Rektum/Poros usus
  24. Anus

4. Proses Pencernaan Makanan Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:
  • Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
  • Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.
Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:
  1. Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
  2. Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.

5. Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia

Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya-pun bermacam-macam, di antaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, keseimbangan nutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan kelainan pada organ pencernaan.
Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan pada manusia. Diantaranya:

5.1. Gastritis

Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.

5.2. Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.

5.3. Diare

Diare terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.

5.4. Konstipasi

Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.

5.5. Apendisitis

Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.

5.6. Hemeroid/Wasir/Ambeyen

Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.

5.7. Maag

Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.

5.8. Keracunan

Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.

5.9. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.

5.10. Malnutrisi (kurang gizi)

Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.